Info Penting

Aplikasi Yasin dan Tahlil No 1 di Google dan Playstore

A plikasi Yasin dan Tahlil terbaik nomor 1 di Google dan Playstore kaya akan fitur dan konten yang bermanfaat untuk amalan sehari-hari u...

Info Penting

Artikel Terbaru

Belajar Topik Rumit Kini Bisa Sambil Menjelajah, Gemini Punya Immersive Explorations

Belajar topik yang rumit sering terasa berat kalau hanya mengandalkan teks panjang. Membaca cara kerja mesin jet dari buku, misalnya, kita harus membayangkan sendiri bagian-bagiannya. Nah, Google mencoba cara lain: pada 28 Oktober 2026, Gemini kedatangan fitur bernama Immersive Explorations, yang mengubah topik-topik rumit menjadi pengalaman visual interaktif yang bisa dijelajahi lapis demi lapis.

Belajar dengan Cara Menjelajah

Berbeda dengan chat biasa yang jawabannya berupa teks, Immersive Explorations menampilkan sebuah adegan visual dari suatu topik. Kita bisa mengetuk bagian-bagian di dalamnya, lalu penjelasan akan terbuka semakin dalam — mulai dari konsep besarnya, turun ke bagian-bagiannya, sampai ke level molekul dan atom, lengkap dengan panduan penjelasan di setiap lapisan.

Topik awal yang disiapkan Google cukup beragam, sekitar 20 topik, di antaranya:

  • Jalur Sutra — menelusuri rute perdagangan kuno antarwilayah.
  • Mesin jet — mengintip bagian dalam dan cara kerja mesin pesawat.
  • Fisika petir — menguraikan bagaimana petir bisa terjadi.

Kategorinya juga luas, mulai dari peradaban, energi, teknik, kedokteran, geologi, lautan, sampai penerbangan luar angkasa. Jadi bukan hanya untuk pelajaran sains saja.

Cara Mencobanya

  1. Buka Gemini di web atau aplikasi HP, lalu masuk ke Student Hub (menu Students).
  2. Pilih opsi Try immersive explorations.
  3. Atau kunjungi langsung perpustakaannya di gemini.google.com/immersive-explorations.
  4. Pilih topik yang menarik, lalu ketuk bagian-bagiannya untuk membuka lapisan penjelasan berikutnya.

Fitur ini tersedia di web dan mobile, mendukung bahasa Indonesia, dan bisa diakses pengguna akun Google pribadi, pelanggan Workspace Individual, maupun pelanggan Google Workspace. Untuk guru, fitur seperti ini bisa menjadi pembuka pelajaran yang menarik: siswa diajak menjelajah dulu, baru kemudian masuk ke penjelasan dan diskusi.

Catatan Batasannya

Agar tidak salah ekspektasi, ada satu hal penting: untuk saat ini Immersive Explorations masih berupa perpustakaan topik yang disiapkan Google. Kita belum bisa meminta Gemini membuatkan eksplorasi sendiri untuk topik apa pun yang kita mau. Google berencana menghadirkannya langsung ke dalam percakapan Gemini dan menambahkan narasi audio, tapi itu masih menyusul. Namanya peluncuran baru, jadi kalau di akun teman-teman belum muncul atau belum mulus dibuka, coba lagi beberapa waktu kemudian.

Menurut saya, arah seperti ini yang membuat AI terasa manfaatnya untuk pendidikan: bukan sekadar menjawab pertanyaan, tetapi membantu kita melihat dan menjelajahi ilmu itu sendiri. Teknologi memang tidak menggantikan guru, tetapi di tangan guru yang kreatif, ia bisa menjadi pintu masuk belajar yang jauh lebih hidup.

Semoga bermanfaat. Topik apa yang paling ingin teman-teman jelajahi duluan: mesin jet, petir, atau Jalur Sutra? Silakan berbagi di kolom komentar ya.

Uploaded Image

ChatGPT Sekarang Bisa Dikunci Pakai PIN, Biar Chat Sensitif Nggak Diintip Orang

Tidak semua percakapan di ChatGPT layak dilihat orang lain. Ada draf pekerjaan, urusan pribadi, sampai pertanyaan yang sifatnya sensitif. Untuk kebutuhan seperti itu, OpenAI mulai menggulirkan fitur Locked Chats sejak 20 Oktober 2026. Percakapan tertentu kini bisa dikunci dengan PIN empat digit, sehingga tidak muncul lagi di riwayat biasa dan tidak mudah diintip ketika HP sedang dipinjam orang lain.

Bayangkan situasinya: HP kita dipinjam anak atau keponakan, atau kita sedang presentasi sambil berbagi layar, lalu daftar chat di ChatGPT terbuka semua. Ada chat berisi draf penting, curhatan soal pekerjaan, atau hal-hal yang sifatnya pribadi. Nah, chat-chat seperti itu sekarang bisa disembunyikan di balik kunci.

Apa Itu Locked Chats?

Sesuai namanya, Locked Chats adalah fitur untuk mengunci percakapan pilihan dengan PIN akun empat digit. Chat yang sudah dikunci akan hilang dari daftar riwayat biasa, tidak muncul di chat yang disematkan, dan tidak ditemukan lewat pencarian percakapan. Chat tersebut pindah ke tempat khusus bernama Locked chats di dalam menu Projects.

Untuk membukanya lagi, kita cukup memasukkan PIN. Di iPhone bisa diganti dengan Face ID atau Touch ID, sedangkan di Android bisa memakai autentikasi perangkat seperti sidik jari. Di HP, akses ke chat terkunci juga akan tertutup otomatis setelah sekitar satu menit kita keluar dari area tersebut. Praktis.

Cara Mengunci Chat di ChatGPT

  1. Buka ChatGPT (web, aplikasi Android/iOS, atau desktop), lalu pilih percakapan yang ingin dilindungi.
  2. Tekan menu tiga titik di samping percakapan tersebut.
  3. Pilih opsi Lock chat, lalu konfirmasi.
  4. Kalau baru pertama kali, kita akan diminta membuat PIN akun empat digit. PIN ini berlaku untuk seluruh akun, jadi ingat baik-baik ya.
  5. Selesai. Chat akan pindah ke Projects > Locked chats. Untuk membuka, masuk ke sana dan masukkan PIN atau autentikasi perangkat.

Fitur ini tersedia untuk semua paket, termasuk pengguna gratis (Free), Go, Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu. Tapi peluncurannya bertahap, jadi kalau opsi Lock chat belum muncul di akun teman-teman, jangan bingung dulu — tunggu beberapa hari, biasanya akan datang sendiri bergiliran, termasuk untuk kita di Indonesia.

Catatan Penting Sebelum Memakai

Ada tiga hal yang wajib diketahui supaya tidak salah paham:

  • Ini bukan enkripsi. OpenAI sendiri menegaskan Locked Chats bukan enkripsi end-to-end dan bukan brankas terenkripsi terpisah. Fungsinya melindungi chat dari orang di sekitar kita — yang meminjam HP, melihat layar, dan sebagainya — bukan menyembunyikannya dari sistem OpenAI. Setelan penggunaan data untuk pelatihan model juga tidak berubah oleh fitur ini.
  • Jangan sampai lupa PIN! Ini yang paling serius. Kalau PIN lupa dan kita melakukan reset, maka seluruh chat yang terkunci akan terhapus permanen, dan tim dukungan OpenAI pun tidak bisa memulihkannya. Jadi pilih PIN yang mudah kita ingat tapi tidak mudah ditebak orang.
  • Tidak semua chat bisa dikunci. Percakapan sementara (Temporary Chat), chat yang diarsipkan, percakapan grup, dan chat yang berisi tugas terjadwal termasuk yang dikecualikan.

Menurut saya, fitur seperti ini menunjukkan arah yang baik: semakin sering kita memakai AI untuk urusan penting, semakin kita butuh kendali atas privasi percakapan kita sendiri. Kuncinya tetap sama seperti nasihat keamanan digital pada umumnya — manfaatkan fiturnya, tapi pahami juga batas dan risikonya.

Semoga bermanfaat. Di akun teman-teman, fitur Lock chat ini sudah muncul belum? Silakan berbagi di kolom komentar ya.

Uploaded Image

Gemini Sekarang Bisa Edit Dokumen Langsung di Dalam Chat, Nggak Perlu Unduh File Lagi

Pada postingan kali ini saya mau berbagi kabar gembira buat kita yang sehari-hari berkutat dengan dokumen. Google baru saja memberikan kemampuan baru untuk Gemini: sekarang kita bisa mengedit dokumen langsung di dalam chat, tanpa perlu mengunduh filenya dulu.

Mungkin ada yang bertanya, memangnya sebelumnya tidak bisa? Betul, sejak April lalu Gemini memang sudah bisa membuatkan berbagai file untuk kita, mulai dari dokumen, spreadsheet, sampai PDF. Tapi kalau mau mengubah isinya, kita harus mengunduh atau mengekspor file itu dulu, membukanya di aplikasi lain, baru diedit. Ribet dan makan waktu. Nah, pembaruan yang diumumkan Google tanggal 29 Oktober 2026 ini memangkas langkah-langkah itu.

Apa Saja yang Sekarang Bisa Diedit Langsung?

Cukup banyak ternyata. Kita bisa membuka pratinjau file dalam tampilan layar penuh, lalu:

  • Mengetik perubahan langsung di dalam dokumennya.
  • Menyorot bagian teks tertentu untuk bertanya atau meminta penjelasan.
  • Meminta Gemini menyempurnakan tulisan, menulis ulang bagian yang kurang pas, atau mengubah tampilan visualnya.
  • Memberikan instruksi lanjutan, dan Gemini akan mengerjakan revisinya di tempat.

Format yang didukung juga beragam: PDF, Google Docs, Google Sheets, presentasi (Slides), Markdown, TXT, LaTeX, sampai file kode. Jadi hampir semua jenis berkas kerja kita sehari-hari masuk dalam daftar.

Kenapa Ini Terasa Membantu Sekali Buat Guru?

Bayangkan situasi yang sering kita alami. Kita meminta AI membantu menyusun draf perangkat ajar atau daftar nilai, hasilnya keluar, tapi ada beberapa bagian yang ingin kita ubah. Dulu, alurnya adalah unduh dulu, buka aplikasi lain, edit, simpan lagi. Sekarang cukup tetap berada di jendela chat yang sama: lihat hasilnya, sorot bagian yang mau diubah, ketik atau minta AI yang merevisi. Pekerjaan administrasi yang biasanya menyita waktu bisa selesai jauh lebih cepat, dan sisa waktu kita bisa dipakai untuk hal yang lebih penting, yaitu mengajar.

Catatan Penting: Belum Semua Bisa di HP

Supaya tidak kecewa, ada batasan yang perlu diketahui. Untuk saat ini, pratinjau dan pengeditan PDF sudah bisa dilakukan di versi web maupun aplikasi HP. Sedangkan untuk Google Docs, Sheets, presentasi, Markdown, TXT, dan kode, pengeditan langsungnya sementara ini baru tersedia di versi web (di laptop atau komputer). Jadi kalau mau mencoba fitur lengkapnya, bukalah Gemini lewat browser di laptop.

Kabar baiknya, Google menyebut fitur ini mulai tersedia untuk seluruh pengguna Gemini di semua bahasa yang didukung, baik akun Google pribadi maupun akun Workspace. Kalau di akun teman-teman belum muncul, sabar dulu ya, biasanya peluncuran seperti ini memang bergilir.

Perkembangan AI seperti ini menurut saya kabar baik selama kita memanfaatkannya dengan bijak. AI bukan untuk menggantikan guru, tapi untuk mengambil alih pekerjaan teknis yang berulang, supaya energi kita tersisa untuk mendidik. Sedikit demi sedikit kita belajar, lama-lama jadi terbiasa.

Semoga bermanfaat. Kalau ada yang sudah mencoba fitur edit dokumen ini, silakan berbagi pengalamannya di kolom komentar ya.

Uploaded Image

Tips Mengelola Lab Komputer Sekolah Agar Tetap Rapi dan Terkendali

Mengelola lab komputer sekolah itu gampang-gampang susah. Hari ini komputer sudah rapi, besoknya wallpaper sudah ganti jadi foto anime, ada game baru terinstal, bahkan ada saja komputer yang pengaturannya berubah entah oleh siapa. Kalau jumlah komputernya cuma dua atau tiga mungkin masih bisa dicek satu-satu, tapi kalau sudah puluhan unit, bisa habis waktu kita cuma untuk berkeliling lab.

Beberapa kebiasaan sederhana yang menurut saya cukup membantu:

  1. Buat aturan tertulis di lab. Aturan sederhana seperti dilarang menginstal aplikasi sendiri dan dilarang mengubah pengaturan, tempel di tempat yang terlihat.
  2. Cek kondisi komputer secara berkala. Jangan menunggu ada laporan rusak. Luangkan waktu seminggu sekali untuk melihat kondisi semua unit.
  3. Samakan tampilan dan pengaturan. Wallpaper dan pengaturan yang seragam membuat lab terlihat rapi dan memudahkan kita tahu kalau ada yang berubah.
  4. Manfaatkan aplikasi pengelola lab. Pekerjaan memantau dan mengendalikan banyak komputer akan jauh lebih ringan kalau dibantu aplikasi yang memang dibuat untuk itu.

Ngomong-ngomong soal poin keempat, saya beberapa bulan lalu membuat aplikasi yang saya beri nama Mung Lab, untuk membantu guru, proktor, dan teknisi mengelola lab komputer sekolah dan pelaksanaan CBT. Dengan aplikasi ini kita bisa memantau layar siswa secara langsung, mengendalikan banyak komputer sekaligus, sampai mengunci browser saat ujian agar siswa tidak bisa berbuat curang. Download dan dapatkan lisensi gratisnya di sini: lab.mungmedia.com

Mengelola lab memang bukan pekerjaan yang terlihat wah, tapi dari lab yang tertib inilah anak-anak belajar dengan nyaman. Semangat terus untuk rekan-rekan guru dan teknisi lab di seluruh Indonesia.

Uploaded Image

Muse AI Bagi-Bagi 1 Milyar Token Gratis, Sayangnya Indonesia Belum Kebagian

Pada postingan kali ini saya mau berbagi info yang lagi ramai dibicarakan di dunia AI. Namanya Muse AI, asisten AI pribadi buatan Meta — iya, Meta yang punya Facebook, Instagram, dan WhatsApp itu.

Yang bikin heboh, Muse lagi bagi-bagi token gratis dalam jumlah yang tidak main-main: 1 Milyar token untuk pengguna baru. Token ini semacam "bensin" untuk memakai Muse. Semakin banyak token, semakin banyak tugas yang bisa kita minta tolong ke AI-nya, mulai dari menulis, meriset, membuat dokumen, sampai membantu pekerjaan yang agak rumit.

Lalu, bisakah kita di Indonesia ikut daftar?

Nah, ini dia masalahnya. Sampai tulisan ini dibuat, Muse belum resmi dibuka untuk Indonesia. Muse baru tersedia resmi di Amerika Serikat dan Kanada, dan baru mulai merambah Jepang. Kalau kita buka muse.ai langsung dari Indonesia, biasanya akan muncul pemberitahuan bahwa Muse belum tersedia di negara atau wilayah kita. Sedih ya, padahal bonusnya menggiurkan.

Cara yang Sedang Ramai Dipakai

Di berbagai komunitas, cara yang ramai dibagikan adalah mendaftar dengan bantuan VPN luar negeri. Urutannya kurang lebih seperti ini:

  1. Siapkan email aktif untuk mendaftar, dan pastikan usia di atas 18 tahun karena ada verifikasi usia.
  2. Pasang aplikasi VPN yang terpercaya, lalu sambungkan ke server Amerika Serikat.
  3. Dalam keadaan VPN menyala, buka muse.ai/join dan daftar seperti biasa, lalu verifikasi email yang masuk.
  4. Setelah akun jadi, jangan ditunda-tunda: buka menu Settings > General > Redeem invite code, lalu masukkan kode undangan. Batas waktunya cuma 48 jam sejak akun dibuat. Lewat dari itu, bonus 1 Milyar tokennya hangus.
  5. Kalau kode diterima, token akan masuk sebagai token tambahan di akun kita, dan kabarnya token bonus ini tidak ada masa kedaluwarsanya.

Catatan Penting dari Saya

Cara VPN di atas adalah cara yang beredar di komunitas, bukan jalur resmi untuk Indonesia. Memakai VPN agar terlihat berada di negara lain bisa saja bertentangan dengan ketentuan layanan Meta, dan yang dipertaruhkan adalah akun Meta kita sendiri yang terhubung ke Facebook dan Instagram. Jadi silakan ditimbang sendiri risikonya. Saran saya, kalau memang mau mencoba, gunakan VPN yang jelas dan terpercaya, jangan asal pasang VPN gratisan yang tidak jelas asal-usulnya, karena data kita yang jadi taruhannya.

Kalau saya pribadi, sambil menunggu Muse resmi masuk Indonesia, tidak ada salahnya kita tetap belajar dan mengikuti perkembangannya dari sekarang. Dunia AI ini bergerak cepat sekali. Yang hari ini cuma bisa menonton, besok bisa tertinggal jauh. Jadi tetap semangat belajar hal baru, sedikit demi sedikit tidak apa-apa, yang penting jalan terus.

Semoga bermanfaat. Kalau ada yang sudah berhasil mencoba, silakan berbagi pengalamannya di kolom komentar ya.

Uploaded Image

Follow Me

Foto Mr. Mung
ttd Mr. Mung

Tutorial Blogger

Pilih Arsip Blog